Kamis, 24 Maret 2016

Project profile SCL

SCL atau simple class library merupakan project utama dari Generasi Mandiri dimana konsep awal adalah pendidikan Informil yang dikembangkan khusus untuk pengembangan softskill kemampuan dalam bahasa asing seperti bahasa mandarin, bahasa jepang, bahasa inggris dengan semua yang membantu di dalam kegiatan ini tanpa dibayar sedikitpun. SCL sendiri merupakan kelas-kelas pelatihan skala kecil dengan jumlah peserta yang kami batasi antara 10-25 orang dengan di dampingi oleh seorang mentor. SCL beraktifitas setiap sabtu dan minggu di Perpustakaan Museum Bank Mandiri.

SCL dibentuk bertujuan sebagai fokus kegiatan utama dari Generasi Mandiri dalam mengembalikan fungsi utama dari sebuah perpustakaan yaitu sebagai pusat pembelajaran. Seiring perkembangan yang kami lakukan, SCL tidak hanya berfokus kepada pembelajaran bahasa asing berupa kelas bahasa inggris, bahasa mandarin, dan bahasa jepang saja tetapi kami juga berusaha mengembangkan bahasa korea, pelatihan teoritis komputer dasar, tari tradisional, kelas melukis dan juga kelas menggambar untuk anak-anak.

Tantangan yang sering dihadapi oleh kegiatan SCL adalah dari SDM pengajar yang bersedia untuk mengajar dengan tanpa imbalan, maka dengan itu kami berusaha bekerjasama dengan komunitas atau NGO untuk membantu kami dalam hal publikasi tenaga pengajar. Selain tenaga pengajar, hal yang paling susah ialah mempertahankan agar peserta kami tetap fokus dan terarah dalam pendidikan mereka, memang kegiatan kami tidak terikat sehingga kami tidak dapat berbuat banyak apabila volunteer atau peserta tidak rutin tapi kami berusaha agar kegiatan ini tetap terus berjalan dengan mengembangkan berbagai inovasi dan mengembangkan rencana belajar yang terfokus dan terarah.

Saat ini kami ingin mengubah fokus target peserta kami dari semula adalah peserta kami umum, kami ingin mengubah dengan peserta dengan instansi atau institusi yang kami ajak kerjasama dengan harapan peserta nantinya juga dapat terikat dengan kerjasama ini dan juga rencana pendidikan menjadi lebih terarah. Melalui kerjasama ini kami juga berharap tenaga pengajar juga lebih bersemangat mengajar karena peserta yang hadir selalu rutin setiap minggu nya.

Ada beberapa skema yang kami akan tawarkan melalui kerjasama SCL.
1. Dengan institusi sekolah - kami ingin bekerjasama dengan sekolah-sekolah di kawasan kota tua untuk dapat menjadi penyedia kegiatan ektrakurikuler sekolah tersebut dalam pengembangan kurikulum terarah dan dapat terpantau oleh dua pihak antara kami dan sekolah
2. Dengan komunitas / NGO - kami bekerjasama untuk publikasi kegiatan dan juga merekrut peserta dari internal komunitas tersebut dimana beberapa anggota komunitas/NGO yang sudah memiliki royalitas terhadap kegiatan nya diharapkan dapat rutin berkegiatan bersama kami

Kami harapkan dengan beberapa skema tersebut dapat menguntungkan semua pihak yang bekerjasama dengan kami. Sehingga kegiatan ini dapat menjadi signature kami dalam mengubah fungsi utama perpustakaan kembali seperti awal tujuan berdirinya ruangan itu.

Sponsor Utama :
1. Museum Mandiri

Affiliasi :
1. Bosbis.com
2. PT. Zenius Education

Kerjasama komunitas
1. Cakrawala theater 2013 (kelas theater)
2. Cakrawala writing 2013 (kelas menulis)
3. Gapai 2011-2012 (kelas melukis dan menggambar)
4. Polyglot Indonesia (publikasi rekrutmen volunteer)
5. GMB (Publikasi rekrutmen volunteer)

Selasa, 22 Maret 2016

Internal Communication : Firmansyah Harun
Ketua Pelaksana
Administrasi : Tasya
Rekrutmen : Ilma
Pengembangan Volunteer: Agustina
Sekretaris : Dinda
Arsip dan Dokumentasi : Arofi Hudaya
External Communication and Marketing : James Gautama
Support Project Coordinator : Rohman Swandono
Community and social media : Bian / otti
Perlengkapan : Alvih Prameswari

-PROJECT-

SCL
Inggris : Windy
Fashion designer : Bian
Korea : sedang confirm rekrutmen
Jepang : sedang confirm administrasi
Mandarin :
Korea ;
Menulis :
Teater :
Penanggung Jawab:

SPP Daur ulang
Deliver dan Proses daur ulang : Tim Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia
Pemilah dan Pengumpul :
Penanggung Jawab : James Gautama

Diskusi publik dan sharing
Idea and Creative : Firmansyah Harun
Sponsorship :
Publisher and Media :
Administrasi :
Ketua pelaksana :
Tim konsumsi : Bian
Tim keamanan : Tim Keamanan Museum Bank Mandiri
Tim multimedia :
Tim kebersihan : Tim Kebershinan Museum Bank Mandiri
Finance and Administration : Tasya
Arsip dan dokumentasi : Arofi
Penaggung Jawab :

Susunan kepanitiaan Terbaru

Internal Communication : Firmansyah Harun
Ketua Pelaksana
Administrasi : Tasya
Rekrutmen : Ilma
Pengembangan Volunteer: Agustina
Sekretaris : Dinda
Arsip dan Dokumentasi : Arofi Hudaya
External Communication and Marketing : James Gautama
Support Project Coordinator : Rohman Swandono
Community and social media : Bian / otti
Perlengkapan : Alvih Prameswari



-PROJECT-

SCL
Inggris : Windy
Fashion designer : Bian
Korea : sedang confirm rekrutmen
Jepang : sedang confirm administrasi
Mandarin :
Korea ;
Menulis :
Teater :
Penanggung Jawab:

SPP Daur ulang
Deliver dan Proses daur ulang : Tim Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia
Pemilah dan Pengumpul :
Penanggung Jawab : James Gautama

Diskusi publik dan sharing
Idea and Creative : Firmansyah Harun
Sponsorship :
Publisher and Media :
Administrasi :
Ketua pelaksana :
Tim konsumsi : Bian
Tim keamanan :
Tim multimedia :
Tim kebersihan :
Finance and Administration : Tasya
Arsip dan dokumentasi : Arofi
Penaggung Jawab :

Kegiatan Generasi Mandiri

Kegiatan utama Generasi Mandiri
1. Simple Class Library
2. Library at Batavia

Kegiatan tahunan dan kegiatan lain Generasi Mandiri
1. NGO Connection Days sejak 2013 s/d saat ini dari Asean Foundation dan Microsoft Indonesia
2. Indonesia Community Festival sejak 2014 s/d saat ini dari Indonesia Community Network
3. Pekan Pemeriksaan Kesehatan (Tekanan darah dan Gula Darah) 2013 s/d saat ini bekerjasama dengan Yayasan Jantung Indonesia
4. Year End Festival 2013 bekerjasama dengan Cakrawala Writing Community
5. International Peace Days 2013 undangan dari Wahid Institute
6. Johor International Student Leader Conference 2015 (Perwakilan oleh James Gautama) dari Johor Student Leader Malaysia
7. Hari Anak Nasional 2013 dari GAPAI
8. Engcarnation 2015 dari sastra inggris UI
9.

Kerjasama
1. Cakrawala Writing Community (Untuk kelas Menulis 2013 s/d saat ini
2. Cakrawala Theater Community (Untuk kelas Theater) 2013 s/d saat ini
3. Polyglot Indonesia (Untuk volunteer tenaga pengajar Bahasa Asing)2014 s/d saat ini
4. Kaskus Indonesia (Untuk penyediaan buku perpustakaan saat Puasa 2013)
5. Museum Bank Mandiri (untuk penyediaan tempat pengajaran SCL)  2010 s/d saat ini
6. Indonesia Berkebun melalui Jakarta Berkebun (Official Community Networking Partner) 2012 s/d saat ini
7. Kelompok Jelajah Budaya (Official Community Networking Partner) 2011 s/d saat ini
8. KHI / Indo Historia (Official Community Networking Partner) 2013 s/d saat ini
9. GAPAI (untuk kelas Melukis 2011 s/d 2012)
10. Yayasan Jantung Indonesia (Official Networking Partner dan untuk pelayanan pekan pemeriksaan kesehatan gratis di kota tua) 2013 s/d saat ini
11. GMB / Gerakan Mari Berbagi (Official Community Networking) 2013 s/d saat ini
12. Wahid Institute (Official Community Networking) 2013 s/d saat ini
13. Sahabat Pulau (Official Community Networking) 2013 s/d saat ini
14. Asean Foundation (Official Community Networking) 2013 s/d saat ini
15. Gusdurian (Official Community Networking) 2015 s/d saat ini
16. Lets Do It Indonesia (Official Community Networking) April 2016 s/d saat ini
17. Sahabat Pulau (Official Community Networking) 2013 s/d saat ini
18. Bosbis.com (Affiliasi Crowdfunding) 2015 s/d saat ini
19. PT. Zenius Educatuion by product Zenius.net (Affiliasi Crowdfunding) 2014 s/d saat ini
20. Aliansi Orang Muda / Temu Kebangsaan Education and Culture Departmen (Official Community Relation) March 2016 s/d saat ini

Generasi Mandiri

Generasi Mandiri adalah komunitas terbuka yang terbentuk dari Juni 2010 atas inisiasi dari Bapak Abubakar dan Bapak Helliantomo yang difokuskan untuk mengelola kegiatan yang ada diperpustakaan museum bank mandiri. Dimana perpustakaan ini adalah perpustakaan pertama disebuah museum yang dibuka secara publik.

Berdiri nya Generasi Mandiri juga atas keprihatinan dimana perpustakaan yang awal mulanya dibentuk untuk sebagai sarana tambahan didalam museum seperti ruang baca, ruang aktifitas akan tetapi kenyataannya hanya dijadikan tempat transit bagi para pengunjung. Maka dari hal tersebut Generasi Mandiri direncanakan untuk memfokuskan diri untuk pengelolaan Perpustakaan bersama dengan komunitas untuk mengadakan kegiatan yang terorganisir dan berkesinambungan satu sama lain.

Project utama dari Generasi Mandiri adalah Simple Class Library yang dibentuk sebagai sarana pembelajaran kelas Informil untuk pendidikan softskill bagi masyarakat umum dikawasan Jakarta. Kelas yang sudah pernah dibentuk
1. Kelas bahasa inggris mulai dari tingkat anak-anak s/d dewasa
2. Kelas bahasa jepang mulai dari kelas remaja s/d dewasa
3. Kelas bahasa mandarin mulai dari kelas remaja s/d dewasa
4. Kelas bahasa korea mulai dari kelas remaja s/d dewasa
5. Kelas melukis untuk remaja
6. Kelas tari tradisional mulai dari anak-anak s/d dewasa
7. Kelas komputer untuk anak-anak

Kegiatan SCL ini dibentuk sebagai sarana kegiatan yang ditujukan dapat mengembalikan fungsi utama dari Perpustakaan Museum Mandiri yang sebelumnya dikelola oleh Forum Indonesia Membaca Ini.

Visi
1. Menjadi pusat rujukan pendidikan softskill di Jakarta yang mempunyai kredibilitas
2. Menjadi pusat rujukan kegiatan komunitas di kawasan Kota Tua Jakarta

Misi
1. Menjadi wadah pengembangan softskill melalui pendidikan informil bagi pemuda-pemudi di Jakarta
2. Memperkenalkan perpustkaan Museum Bank Mandiri sebagai pusat kegiatan komunitas
3. Mengembalikan fungsi utama dari adanya fasilitas Perpustakaan di Museum Bank Mandiri
4. Memiliki kerjasama yang baik dengan Komunitas dan NGO dalam pengembangan kegiatan di Perpustakaan Museum Bank Mandiri

Sekretariat
Gedung Museum Bank Mandiri
Lantai 1
Jalan Lapangan Stasiun Kota No.1
Kawasan Kota Tua Jakarta
11110. Jakarta Barat.

Minggu, 17 Agustus 2014

Jamu sebagai alternatif

Jamu ialah sebutan atau penamaan untuk obat tradisional yang ada di Indonesia, untuk diluar negeri sering juga disebut dengan Obat Herbal. Jamu (empirical based herbal medicine) yang merupakan ciri  khas dan warisan berharga dari turun temurun nenek moyang bangsa Indonesia ini  biasanya belum melalui proses uji kelayakan. Jamu yang biasa kita temui biasanya terbuat dari bahan-bahan alami yang berasal dari bagian tumbuhan, bagian dari tumbuhan yang biasa di olah untuk dijadikan jamu ialah bagian akar-akaran, umbi-umbian, kulit batang, dan buah. Selain yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, ada juga bahan-bahan yang cukup extrim yaitu berasal dari organ-organ hewan seperti dari empedu ular, tangkur buaya, dan yang paling dapat kita temui dengan mudah ialah dari kuning telur ayam kampung yang seringkali dijadikan bahan campuran utnuk jamu gendong.

Menurut PERMENKES RI Nomor : 246/Menkes/Per/V/1990 Pasal 1
"Obat Tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan galenik atau campuran dan bahan-bahan tersebut, yang secara traditional telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman."

Jamu biasanya terasa pahit sehingga perlu ditambah madu yang digunakan sebagai pemanis agar rasanya lebih dapat ditoleransi peminumnya. Bahkan ada pula jamu yang ditambah dengan anggur. Selain sebagai pengurang rasa pahit, anggur juga berfungsi untuk menghangatkan tubuh.

Saat ini, kebanyakan orang diseluruh dunia mulai memilih Jamu sebagai pilihan alternatif untuk pengobatan mereka, karena efek samping setelah mengkonsumsi jamu tidak sebesar efek samping yang timbul akibat mengkonsumsi pengobatan secara medis. Jamu dapat dikonsumsi berkepanjangan karena terbuat dari bahan-bahan alami yang tidak berbahaya bagi tubuh kita, berbanding terbalik dengan obat-obatan klinis yang tidak boleh dikonsumsi berkepanjangan karena mengandung bahan bahan senyawa kimia yang dapat membahayakan kita.

Meningkatnya penggunaan jamu juga disebabkan oleh:
1.    Kecenderungan masyarakat mencari alternatif pengobatan yang kembali ke alam (back to nature) dengan alasan mempunyai efek samping yang relatif kecil.
2.    Pengobatan tradisional merupakan bagian dari sosial budaya masyarakat.
3.    Terbatasnya akses dan keterjangkauan pelayanan kesehatan modern.
4.    Keterbatasan dan kegagalan pengobatan modern dalam mengatasi beberapa penyakit tertentu.
5.    Meningkatnya minat profesi kesehatan mempelajari pengobatan tradisional.
6.    Meningkatnya publikasi dan promosi pengobatan tradisional.


Menurut WHO (World Health Organizations),
sekitar 80% dari penduduk di beberapa negara di benua Asia dan Afrika menggunakan obat-obat tradisioanal untuk mengatasi permasalahan kesehatan mereka. Bahkan dibeberapa negara maju, sekitar 70% sampai 80% masyarakatnya telah menggunakan beberapa bentuk atau model pengobatan alternatif dan obat herbal. Obat tradisional memberikan andil yang cukup besar bagi kesehatan kita, tidak dalam hal pencegahan dan penyembuhan penyakit tetapi juga dalam hal menjaga stamina kita. Fenomena perubahan gaya hidup masyarakat yang cenderung menjadi kembali kepada alam, terjadi karena banyaknya asumsi mengenai semua hal yang alami sudah tentu saja aman. Untuk memastikan apakah bahan-bahan alamiah itu aman haruslah diperlukan berbagai penelitian-penelitian secara ilmiah untuk memastikan apakah bahan-bahan tersebut aman atau tidak.

Mutu dan kualitas dari jamu sampai saat ini masih memiliki image atau gambaran yang buruk, hal ini dikarenakan banyaknya pemalsuan produk Jamu atau Herbal yang dilakukan oleh para produsen sehingga membuat konsumen berhati-hati dalam memilih produk. Lemahnya pengawasan mutu untuk produk jamu atau herbal inilah yang mengakibatkan buruknya kualitas produk tersebut dan juga maraknya pemalsuan-pemalsuan dengan cara mencampurkannya dengan zat-zat kimia dan/atau terkontaminasi oleh zat dan residu berbahaya lainnya.

Untuk menjamin kualitas dan mutu, diperlukan adanya pengawasan yang ketat, pengendalian mutu yang rutin berjangka, serta penerapan standarisasi yang cukup ketat. Dengan penerapan standarisasi yang diberlakukan secara nasional untuk bahan baku, cara distribusi, sampai pada dosis pemakaian yang diatur dalam regulasi pemerintahan akan menciptakan rasa aman untuk konsumen, selain itu konsumen juga akan mendapatkan jaminan bahwa semua produk tradisional yang beredar itu aman dari zat atau residu berbahaya yang akan membahayakan hidup kita.


Saat ini banyak sekali bermunculan produsen-produsen jamu berskala besar, contohnya saja kita dapat menyebutkan SidoMuncul dengan produk nya yang diberinama Tolak Angin. Mereka terus berusaha untuk menciptakan inovasi baru berupa temuan-temuan yang berkhasiat tinggi dan dapat berguna bagi seluruh kalangan masyarakat.
Sidomuncul merupakan salah satu produsen jamu yang menerapkan regulasi yang ketat untuk setiap produk jamu yang mereka hasilkan.  Sidomuncul telah berdiri sejak 1951, sebagai prouden jamu tertua di Indonesia, sidomuncul menerapkan standarisasi yang tinggi untuk produk Tolak Angin agar para konsumennya terhindar dari zat-zat atau residu berbahaya. Sidomuncul selain menggunakan bahan-bahan alamiah yang berkualitas tinggi, sidomuncul juga mementingkan basis penelitian, ilmu pengetahuan, dan teknologi dalam menjalankan proses produksi dari setiap produk yang akan dijualnya.



 SidoMuncul kini mengoperasikan delapan laboratorium yang menggunakan instrumen serta teknologi yang canggih untuk menciptakan produk-produk yang berkualitas tertinggi dan berkhasiat pasti. Kedelapan laboratorium tersebut masing-masing adalah laboratorium Instrumentasi, Mikrobiologi, Farmakologi, Formulasi, Farmakognosi, Stabilitas, Kultur Jaringan, dan Analisis Kimia (yang telah memperoleh sertifikat ISO 17025 sesuai akreditasi Komite Akreditasi Nasional dan Badan Standardisasi Nasional).














Daftar Pustaka :

http://www.sidomunculherbal.com/id/content/4-profil